Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2015

Fajar hafal 30 juz Al Quran di Usia 4.5 Tahun!! Amazing!!



Tadi sblm sahur,saya melihat acaranya ust. Yusuf Mansur di televisi..
Menghadirkan seorg anak laki-laki yg sungguh luar biasa..

Namanya Fajar, beliau lahir preterm (prematur), 28 mgg dg BB 1.6 kg. Beliau jg menderita cerebral palsy dan katup jantungnya ada yg bocor..

Fajar baru bisa berbicara di usia 3.5 th. Tahu apa yang pertama kali keluar dari mulutnya? Bukan "ma-ma" atau "pa-pa" seperti anak pd umumnya.. tapi yg pertama kali keluar adalah ayat-ayat Al Quran:"

Bagaimana bisa seperti itu?
Ayahnya, dengan kondisi anak yg dilahirkan seperti itu, ia sangat sabar dan terus membacakan Al Quran 1/2 juz pada pagi hari dan 1/2 juz pada malam hari untuk anaknya tersebut, setiap hari... Ibu dan ayahnya bilang, "kami ingin lingkungan yg terbaik untuk anak kami. Kami putarkan murrottal 24 jam sehari."

Dan maa syaa Allah, sesuatu yg sebetulnya tidak direncanakan, sesuatu yg sepertinya hanya kebetulan, Fajar hafal 30 juz Al Quran di usia 4.5 tahun 😭😭😭😭
Ketika td pagi, secara live, dites oleh ust. YM, Fajar dg lancar melanjutkan ayat demi ayat yg dibacakan oleh ust.. Ust. YM menutup sesi tes tsb dg berkata, "in syaa Allah thn depan Fajar akan saya kirim ke Makkah al mukaramah utk mengikuti musabaqah hifzhil quran internasional.. Krn ia hafal quran di usia 4.5 th, mjd hafizhul quran paling muda sedunia, Al Quran sdh menyatu dg darahnya.."

Ketika ditanya, "apa cita2mu, dik Fajar?" Ia menjawab, "menjadi imam masjidil haram.."
Maa syaa Allah.. kelak jk Allah SWT memperkenankan cita2nya, penerus Imam Sudais adalah Fajar, seorang anak Indonesia :""")

Semoga Allah SWT menjadikan generasi kami dan generasi penerus kami sebagai generasi haamilul quran, generasi pengemban Al Quran, yg hafal dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan..
Semoga Allah SWT menjadikan negeri ini sbg negeri qurani, negeri yg baldatun tayyibatun wa Rabbun ghafuur....

Ustadz Valentino Dinsi

So... ‪#‎WhatIsOurExcuse‬ to stop to always be with Al Quran?
di pagi yang membuat tertunduk malu, 26 Ramadhan 1436 H,
-anonymous

Rabu, 08 Juli 2015

Siswi SDIT Anak Penjual Martabak Lolos 16 Besar AKSI Junior Indosiar


Tidak ada yang mustahil didunia ini, jika Allah berkehendak. Pun begitu adanya, materi bukanlah segalanya untuk meraih cita-cita kita. Kesuksesan dan kesempatan bisa datang pada siapa dan kapan saja, tanpa mengesampingkan latar belakang sosial dan ekonomi seseorang. Begitupun Scarlet Destina Maharani, dengan bantuan banyak pihak alhamdulillah berhasil lolos 16 besar Akademi Syiar Indonesia (AKSI) Junior Indosiar 2015.

Scarlet adalah putri pasangan Bapak Joko Prakoso dan ibu Tri Warsiti. Pak Joko Prakoso merantau ke Jakarta menjadi staff administrasi proyek dan Ibu Tri adalah seorang penjual martabak mini di kawasan Embarkasi Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Sebagai orang tua, keduanya sangat mendukung Scarlet dalam berprestasi, salah satunya dengan mengikuti AKSI JUNIOR Indosiar ini. Harapan dari orang tua "Semoga Scarlet dapat menikmati acara tersebut, mendapat banyak pengalaman, dan bisa memotivasi anak lain untuk bisa berani dan percaya diri".

Anak berusia 7 tahun ini mempunyai hobi bercerita, ketika menyampaikan kisahnya selalu tolalitas dan menggunakan ekspresi yang selalu mendapat komentar positif dari para juri. Hal tersebut yang menjadikan nilai lebih Scarlet dalam menyampaikan tausiyahnya.

Gaya tausiyah scarlet yang natural sesuai dengan anak kecil dan dekat dengan realita, sehingga bisa ditangkap dengan baik oleh pemirsa dan bisa mendalam bagi anak-anak.

Bakat yang dimiliki Scarlet didukung dengan mengikuti Ekstrakurikuler Public Speaking yang ada di SDIT Al-Ihsan Colomadu, Karangnyar. Kepala Sekolah SDIT Al-Ihsan, Ustadzah Nashrotun Nisa mengharapkan semoga ananda Scarlet dalam menyampaikan tausiahnya dapat diterima baik oleh pendengar, terlebih lagi dengan menggunakan kisah atau cerita, dimana nasihat dengan metode ini akan lebih mengena bagi anak-anak ketimbang model ceramah. Disamping itu dalam tausiyah scarlet juga menampilkan kelebihannya seperti puisi dan menyanyi, sehingga lebih menarik dalam penyampaiannya.

Scarlet Destina Maharani telah berhasil melewati proses audisi yang ketat dari pihak penyelenggara AKSI JUNIOR Indosiar 2015 dan dari 42 peserta Scarlet berhasil masuk ke 16 besar. (aas)

Selasa, 30 Juni 2015

Liburan Anak-anak , awas Jangan Malah Stress!





Ini celetukan jujur ibu-ibu muda pas terima raport ....

“Weess liburan aku malah stress, lha pie ndak mandeg mandeg lho maunya.Kalao udah pergi ke neneknya lumayan” jiaah. Ada lagi

“Lha pie kalo mereka libur kita ndak libur kerja, trus budget jadi bengkak, yang bikin sebel, kita tambah stress karena gak bisa ajak mereka main juga, antara kasian dan gak berdaya” hiks hiks
Tidak dipungkiri, moment liburan menjadi saat yang kini justru tidak terlalu menyenangkan. Tepatnya mencemaskan bagi orang tua. Banyak kemungkinan sebab. Mungkin, karena saat liburan anak-anak para orangtua tidak libur, terutama yang keduanya bekerja. Padahal, mereka  biasa menitipkan anak-anak disekolah atau tempat penitipan anak seharian.Lha kalu libur? Stress juga kan?Kedua, bagi ibu-ibu yang tidak bekerja seperti saya, jujur lho ya, kadang kita tidak ‘siap’ membersamai anak-anak dirumah lebih lama, biasanya kita bisa sedikit lega saat mereka sekolah meskipun hanya sampai siang.Lha kalu liburan? Bisa-bisa seharian kita teriak-teriak. Masya Allah hehe
Ya, mungkin tulisan ini sekedar  pengingat diri sendiri . Sedikit tips aja, yang ingin saya cobakan untuk liburan beberapa hari lagi. Supaya saya yang sehari-hari memang bekerja dirumah ini juga bisa benar-benar ‘membersamai’ anak-anak tidak sekedar ‘nyambi’ nemeni mereka.
1.Apa yang KITA lakukan, musyawarah yuk!
Mengajak anak-anak merencanakan liburan mereka sendiri akan membantu kita menyiapkan apa yang mereka mau. Toh ini adalah hak mereka untuk menikmati waktu dirumah. Kegiatan apa yang akan kita lakukan bersama, dimana bagaimana, dan berapa anggarannya. Tidak harus  berlibur ketempat-tempat yang mahal dan keluar rumah. Merencanakan liburan dirumah tapi dengan kegiatan yang variatif asyik juga.
Yang harus kita siapkan adalah : enjoy dan menghargai pilihan mereka. Katakan saja jika memang kita hanya memiliki anggaran terbatas. Kalau saya, ingin mengajak anak-anak menata ulang kamar mereka, mengecat kaleng-kaleng bekas jadi aneka wadah pernik dan membuat kue, dan mengunjungi rumah baca di rumah kontrakan lama kami ,insya Allah.
2. Jika memang Anda Tidak LIBUR
Mungkin memang rasanya serba salah, tapi bagaimana lagi. Jika memang anda adalah orangtua bekerja yang tidak libur, mungkin memang harus menyempatkan waktu sedikit lebih banyal Atau, biarkan mereka ke rumah nenek atau paman, atau beri kepercayaan mereka berlibur dengan teman sebaya jika memang sudah bisa dilepas. Jika tempat bekerja kita fleksibel dan anak-anak bisa kita kondisikan untuk ikut ke kantor/tempat kerja bagus juga. Biasanya dengan begitu mereka akan lebih berempati dengan pekerjaan kita. Jika ini yang anda pilih, siap-siaplah untuk mengenalkan anak pada teman-teman anda, atasan, atau bahkan satpam, dan pilihlah di hari-hari yang tidak terlalu sibuk.
Jika pilihan jatuh pada berlibur dirumah nenek atau kerabat, bersiap-siaplah dengan beberapa pola yang mungkin akan melonggar, atau bekerjasamalah dengan pihak-pihak ‘tuan rumah’ untuk menjaga pola dan aturan yang berhubungan dengan waktu makan, sholat, menonton Televisi. Upayakan anak bermain aktif, tidak didepan televisi atau game.Ini berlaku pula jika anak hanya dirumah dengan pengasuh. Oya, bisa juga membuat family gathering dengan anak-anak teman, siapa tau justru menjadi awal yang baik untuk kegiatan positif mereka dihari-hari selanjutnya
3. Hindari terlalu banyak JANGAN, Libatkan saja!
Mungkin yang menjadikan bertambah stress karena kita tidak siap berbagi waktu.Kalau sudah begini, sungguh kita bisa sangat menghargai guru-guru dan pengasuh anak-anak kita di TK, PAUD, sekolah fullday atau tempat penitipan. Disaat liburan, anak-anak cenderung ingin melakukan apa yang kita lakukan, sebenarnya. Sayangnya, kita-orang dewasa- disekitar mereka belum siap. Maka terjadilah teriakan-teriakan larangan “Huuh…jangan begitu, jangan begini. Sudah-sudah tidak usah ikut-ikutan, tuh kaaan apa ibu bilang, pecah kan? Suruh liat tivi aja gak mau sih. Sudah kamu nonto VCD aja ya?Atau sudah kamu ajak adik main ya?ibu mau beberes” Fiiuuuh….jujur, saya pernah begitu
Tapi kemudian, saya tau ini sebenarnya waktu mereka untuk belajar bersama kita. Maka yang kita harus lakukan sebenarnya adalah : mengajak mereka bekerjasama. Hasilnya? Putri tertua saya sudah mulai bisa membantu saya dan mbak pengasuh mencuci piring, sudah mulai ‘peka’ bahwa kamarnya kotor harus ditata ulang, sudah mulai punya usul untuk menyortir mainan. Ya ya, libatkan saja. Banyak melarang bukan hanya menjadikan mereka agresif negative tapi juga melelahkan kita.
4. Jangan Nyambi, mak!
Mak, bund, umi, mama, ibu, mungkin kita-kita yang dirumah ini sering punya waktu banyak tapi hambar dimata anak-anak. Makanya, mungkin kita harus mengusahakan untuk sedikit ‘menjamu’ mereka yang sedang liburan itu. Membersamai mereka bukan sekedar ada. MAtikan computer, FB, minimalkan telpon-telponan, BB an saat sedang bersama anak.
Saya bukan ibu yang sempurna. Saya pernah diprotes anak-anak sampai akhirnya saya putuskan tidak abai terhadap waktu bersama. Ya, memang dengan membersamai mereka, ada nilai-nilai yang bisa kita masukkan lewat cerita, gerak dan lagu, tebak kata, mencipta puisi dan saling bercerita. Semoga.
5.Siapkan anggarannya
Mungkin memang anggaran liburan anak-anak harus kita rencanakan. Bukan hanya untuk belanja, senang-senang, makan-makan diluar. Dirumah pun kita harus punya anggaran. Sederhananya, jika liburan ini saya ingin mengajak anak-anak membuat handycraft, mengecat kaleng, membuat kue, saya pun harus mempersiapkan anggaran. Hehe jer basuki mowo bea, iya kan? Mungkin sekali lagi, tak harus selalu mengakomodir keinginan anak-anak. Oya, jangan banyak menuruti hasrat jajan anak-anak disaat liburan ya .
Oke semoga liburan kali ini bisa menjadi refreshing dan berkesan, mendidik, buat mereka juga buat kita, jangan malah stress. Have a nice holiday!

Kiriman dari Bunda Tinuk
This entry was posted in

Kamis, 04 Juni 2015

Minggu, 19 April 2015

JUARA I PILDACIL PONPES ASSALAM

Alihsannews - Ananda Scarlet Destina Maharani kelas 1 C SDIT Al-Ihsan menjuarai lomba Pildacil. Lomba ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Assalam Surakarta memperebutkan piala Direktur Assalam pada senin (13/4).

Sesi komentar, Scarlet diuji lagi untuk diminta menyanyi. Dia menyanyi dengan 3 bahasa, bahasa Jawa, Indonesia dan Inggris. Para Juri pun memberi standing applouse untuk Scarlet.

"Aku senang sekali ikut Pildacil, walau tadi sempet ngantuk karena lama menunggu giliran, alhamdulillah menang!", celetuk ananda Scarlet.

Menurut Brilianita, Waka Kesiswaan SDIT Al-Ihsan, ananda Scarlet ini sudah banyak menjuarai lomba Pildacil di tingkat Kecamatan sampai dengan kabupaten. "Selain dia berpotensi menjadi Da'i Cilik, dia juga bertekad menjadi seorang penghafal Al-Qur'an", pungkasnya.

Kamis, 22 Januari 2015

Senin, 15 Desember 2014

LOWONGAN PEKERJAAN

Assalamu'alaikum wr.wb.

Yayasan Aitam Indonesia membuka lowongan tenaga Pendidik untuk ditempatkan di SDIT Al-Ihsan Colomadu Karanganyar:
(1) 4 Guru Kelas
(2) 3 Guru Al-Qur'an

Syarat:
  • S1 FKIP/ PGSD (1), MA/ Sederajat (2)
  • Hafal Juz 30 (2)
  • Curriculum Vitae
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Ijazah
  • Surat Lamaran
  • Pas Foto 3x4 sebanyak 1 lembar
  • Sertifikat pelatihan (jika ada)
Kirim lamaran Lengkap ke:
Yayasan Aitam Indonesia Mandiri
Jl. Solo- Semarang km 10 dk Kalangan, Ngasem
Colomadu - Karanganyar
Phone: 0815 104 923100

wassalamu'alaikum wr. wb
This entry was posted in

Selasa, 23 September 2014

MENGAWALI MOS DENGAN PEDULI SESAMA


“Pagiku cerahku matahari bersinar… Ku gendong tas merahku di pundak….”

Senin (14/6) adalah hari spesial bagi anak-anak SDIT Al-Ihsan, karena pagi itu adalah hari pertama kembali ke sekolah setelah selama dua pekan menikmati liburan semester. Raut muka riang dan penuh semangat seakan terpancar pada seluruh anak, terutama anak – anak peserta didik baru. Mereka pun disambut dengan senyum dan salam dari ustadz dan ustadzah yang siap di gerbang sekolah. Lantunan lagu “terimakasih guru” yang terdengar dari speaker kelas seakan melengkapi keceriaan dan semangat di pagi itu.
Mulai senin ini sampai 2 hari berikutnya, siswa dan siswi SDIT Al-Ihsan melaksanakan MOS (Masa Orientasi Siswa). Agenda MOS secara garis besar adalah : pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, pengenalan wali kelas baru dan menghias kelas baru serta kegiatan belajar di kelas baru. MOS tahun ini dibuka secara resmi oleh ustadzah Nashrotun Nisa’, kepala sekolah SDIT Al-Ihsan.
Dalam sambutannya, ustadzah Nashrotun Nisa’ mengucapkan selamat datang kepada peserta didik baru dan selamat kepada anak-anak yang telah naik ke kelas berikutnya. Beliau juga mengajak kepada seluruh siswa dan ustadz-ustadzah untuk mendo’akan saudara semuslim di palestina yang pada senin itu di sana adalah hari ke tiga dimana Israel kembali menyerang. “Apapun yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka, kita lakukan!. Misalnya dengan do’a dan harta kita! Allahuakbar!”, tambahnya.
Setelah selesai pembukaan di lapangan, para siswa kemudian menuju aula yayasan aitam untuk melaksanakan agenda MOS berikutnya. Di sana para siswa ditumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama dengan penggalangan dana untuk para korban di Gaza, Palestina. Beberapa siswa ada yang tak kuasa meneteskan air mata setelah mendengar kisah yang disampaikan ustadz Kristiono tentang keadaan anak-anak palestina yang harus senantiasa waspada jikalau Israil menyerang dengan senjata mesin, sementara mereka hanya berbekal batu untuk membalasnya.
“Anak-anakku, siapa di antara kalian yang mau membantu saudara kita di Palestina?!”, Tanya ustadz Kris di sela-sela kisahnya. Kemudian serempak dijawab oleh anak-anak sambil mengacungkan uang dari sakunya, “Saya Ustadz!”. Kemudian anak-anak satu persatu memasukkan infak kedalam kotak yang di sediakan.
Sungguh luar biasa anak-anak kita. Mereka dapat merasakan betapa susahnya penderitaan saudaranya di belahan bumi yang lain. Di awal masuk sekolah, mereka telah belajar berempati dan simpati terhadap penderitaan saudaranya sesama muslim. Semoga menjadi generasi yang peduli terhadap sesama dan menjadi penegak agama Islam di masa yang akan datang. Amin.
This entry was posted in

Sayangi Laptop Anda, Jaga Dan Rawat Baterainya



Temans, laptop sepertinya sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian orang seperti pegawai kantor, mahasiswa, maupun guru dan dosen. Tapi, kebanyakan orang hanya bisa menggunakan tanpa bisa merawat dengan baik dan benar. Hal ini bisa menyebabkan laptop menjadi kurang awet dan lebih cepat rusak. Pada bahasan kali ini, akan dibahas bagaimana agar baterai laptop bisa lebih awet sehingga pemakain juga akan lebih tahan lama. Berikut tips-tips yang bisa teman terapkan:
  1. Langkah pertama saat laptop pertama kali berada di tangan adalah membaca buku petunjuk manual laptop yang sudah tersedia dalam paket pembelian. Jangan buru-buru menggunakan laptop, baca dan pelajari terlebih dahulu.
  2. Untuk penggunaan laptop pertama kali, sebaiknya charge baterai laptop secara penuh, lalu kosongkan dan isi lagi.
  3. Saat charger tidak digunakan, sebaiknya dicabut dari stop kontak untuk menghindari panas berlebih dan sebagai salah satu langkah penghematan energi.
  4. Gunakan cooling pad. Cooling pad bisa membantu meredam suhu laptop yang panas. Laptop dan baterai jadi tidak panas. Usahakan cari yang arah anginnya meniup dari bawah ke atas. Jangan arah anginnya ke bawah atau menghisap udara.
  5. Tempatkan laptop pada tempat yang datar agar lubang ventilasi yang letaknya di bagian bawah laptop tidak tertutup. Pastikan laptop berada di tempat stabil, tidak banyak goyangan dan getaran yang dapat merusak hard disk, optical drive, soket-soket serta komponen mekanik lainnya. Kecuali laptop diletakkan di atas  cooling pad, di manapun  bekerja sirkulasi  udara ke dalam laptop akan terjaga sehingga  aman bekerja dalam waktu yang lama.
  6. Ketika laptop akan disimpan atau tidak digunakan untuk waktu yang cukup lama, lepaskan baterai dan simpan di tempat yang sejuk, kering, tidak lembab dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung (baterai dicharge penuh sebelum dilepaskan).
  7. Jika suatu saat charger laptop kita rusak, jangan sekali-kali memakai charger yang tidak kompatibel dengan laptop kita. Minimal kita jangan memakai charger dari laptop yang berbeda merk, sekalipun keadaannya sangat darurat. Setiap charger dan baterai memiliki karakter arus dan voltase masing-masing. Memakai charger yang tidak kompatibel bisa membuat baterai laptop cepat rusak bahkan bisa panas dan meledak.
  8. Menggunakan laptop dengan cara dipangku dapat menyumbat lubang ventilasi kipas laptop sehingga laptop dan baterainya menjadi cepat panas. Hal itu diperparah lagi dengan suhu tubuh kita yang juga hangat. Panas yang berlebihan menyebabkan sel-sel baterai laptop kita menjadi cepat rusak. Begitu juga saat menggunakan softcase (tas pelindung), sewaktu akan memulai bekerja, laptop harus dikeluarkan dari softcase.
  9. Bersihkan selalu debu di kontak baterai atau metal-metal yang ada. Jangan sampai ada klip kertas atau logam-logam lain yang bisa menghubungkan kontak-kontak tersebut. Jika hal itu terjadi baterai bisa mengalami hubungan pendek. Bahkan debu yang kecil sekalipun berpotensi membuat konektor metal baterai terkorosi dan berkarat.
  10. Hindari goncangan, tekanan atau benturan keras pada baterai atau laptop.
  11. Jangan memakai laptop di tempat yang terlalu lembab atau basah. Hal yang ditakutkan adalah adanya air yang dapat merusak sirkuit-sirkuit baterai dan laptop. Selalu jaga laptop dari air maupun panas yang berlebihan (seperti di bawah terik matahari).
  12. Matikan laptop pada mode hibernate bila kita tidak akan memakai laptop dalam waktu lebih lama (setengah jam atau lebih). Hibernate akan menyimpan semua informasi di RAM ke dalam hard disk. Ketika komputer dinyalakan kembali, data di disk dibaca kembali dan kita bisa melanjutkan kerja kita pada keadaan tepat sebelum hibernate.
  13. Kalibrasi baterai laptop, minimal sebulan sekali. Cara kalibrasi adalah gunakan baterai laptop sampai kira-kira tersisa 10 % – 15 %, lalu charge sampe penuh. Hal ini akan menggerakkan seluruh sel-sel yang ada di dalam baterai, sehingga kondisinya selalu prima.
  14. Jangan melipat kabel charger sembarangan, kabel sebaiknya digulung agar bahan kaonduktor di dalam kabel tidak mudah putus.
  15. Jika laptop sering di on-offkan, sebaiknya tidak usah dimatikan (shut down), tapi di mode sleep saja. Karena tenaga yang diperlukan pada saat laptop menyala itu lebih kecil dibandingkan waktu pertama menyalakan laptop.
  16. Gunakan power management pada control panel. Set brightness di bawah 50%, jangan pakai screen saver aneh-aneh, pakai layar blank karena paling irit power, set waktunya juga agar tidak telalu lama. Set juga power jadi max battery.
  17. Sebelum menghidupkan laptop, pastikan kondisi baterai masih ada daya yang cukup untuk proses booting sampai menjalankan sistem operasi (baca: Windows). Bila ragu, pasang adaptor, lalu hidupkan laptop. Kekurangan daya baterai sewaktu dihidupkan, akan menyebabkan gagal booting dan hard disk dapat rusak permanen.
  18. Perhatikan dengan teliti stop kontak adaptor apakah sudah tertanam dengan baik dan stabil baru kemudian jack DC ke laptop di tancapkan. Bila tidak, akan terpercik bunga api pada stop kontak yang berakibat proses charge akan putus sambung. Kemungkingn terburuk setiap percikan oleh baterai di anggap 1 cycle charging (baterai lithium sekitar 1000 kali charging). Pengalaman membuktikan akibat stop kontak kendor telah mengakibatkan umur baterai menjadi sangat pendek bahkan ada yang hanya berumur 1 bulan saja baterai sudah rusak.
  19. Perhatikan indikator baterai sebelum charge laptop . Bila menunjukan kapasitas baterai kurang dari 80 %, sebaiknya baterai dihabiskan dulu, baru kemudian dicharge. Bila menunjukkan lebih dari 80 %,  dapat bekerja bersamaan dengan adaptor terpasang pada laptop dan tidak perlu khawatir terjadi overcharge, karena laptop terbaru telah dilengkapi proteksi overcharge. Baterai lithium pada kondisi normal mampu diisi dan dipakai sekitar 1000 cycle dan pada kondisi lebih dari 85 % bila diisi kembali baterai belum menganggap 1 cycle charge, akan tetapi kalau kondisi kurang dari 80% dianggap sebagai 1 cycle charge dan recharge, sehingga umur baterai akan berkurang 1 cycle. Berbeda dengan laptop keluaran lawas, jika charge sudah penuh, maka charger harus dilepaskan dari laptop.
  20. Jangan biasakan menggunakan laptop dengan adaptor saja dan baterai dilepas. Rumor mengatakan bila bekerja dalam jangka waktu yang lama sebaiknya baterai dilepas karena bisa rusak akibat overcharge. Ingat, itu akan menjadi malapetaka besar manakala listrik mati tiba-tiba dari PLN. Hard disk bisa rusak parah beserta data di dalamnya. Padahal, file-file data kadang jauh lebih bernilai daripada laptop itu sendiri. Jadi, selain sebagai penyimpan daya, baterai juga berfungsi membantu menyediakan daya yang stabil saat adaptor saja tidak mencukupi saat processor bekerja dengan maksimum.
  21. Jika hendak membawa laptop dan dimasukan dalam  tas, pastikan laptop sudah dalam kondisi shut down. Apabila masih stand by, dikhawatirkan laptop tiba-tiba hidup sendiri karena terkadang ada perintah-perintah resident yang terlupakan sewaktu stand by. Saat laptop hidup kembali tetapi masih berada didalam tas, akan terjadi gangguan sirkulasi udara sehingga menjadi sangat panas bahkan chasingnya bisa meleleh. Kemungkinan lain, bila terjadi goncangan saat laptop dalam keadaan hidup, hard disk dan data di dalamnya akan rusak.
  22. Jangan membawa banyak barang dalam tas hingga berdesakan dengan laptop, karena dapat mengakibatkan panel LCD laptop  retak atau pecah. Harga LCD panel laptop sangat mahal (sekitar 2,5 juta).  
Demikian Tips IT kali ini.... semoga bermanfaat.....+anwar sangkakala 
This entry was posted in

Selasa, 16 September 2014

TO BE THE NEW MOTHER




Seandainya ada seorang ibu yang mempunyai tiga atau lima anak disuruh menceritakan tentang anak-anaknya, saya yakin akan menjadi tiga atau lima judul buku yang berbeda masing-masing ceritanya. Atau seorang ibu yang hanya mempunyai satu anak saja, setiap tahun, bulan bahkan minggu pun akan dapat menceritakan kisah atau kejadian yang tidak sama pula bahkan disetiap harinya sekalipun.
Kenyataan yang sering kita jumpai ketika beberapa ibu berkumpul menyampaikan tentang anak-anak mereka betapa banyak permasalahan atau keluh kesah yang mereka perbincangkan. Ada yang bingung dengan sikap anaknya yang suka jajan, sering berkata kasar atau kotor, hobi main play station (PS), nilai sekolah jelek, malas belajar, suka bertengkar dengan adik atau temannya atau yang sudah ABG mengalami masa puber sehingga sudah mulai tertarik dengan lawan jenis dan sederet permasalahan lain yang tentu tidak akan cukup ditulis hanya dalam satu halaman saja.  
Karena Allah Ta`ala dengan kekuasaanNya selalu menyuguhkan episode kehidupan yang berbeda pada setiap insan bahkan bagi anak yang terlahir kembar, maka label The New Mother atau "Ibu Baru" akan selalu disandang pula oleh setiap ibu. Tidak hanya bagi ibu yang baru dikaruniai anak satu saja tetapi juga yang sudah memiliki dua, tiga, empat dan seterusnya bahkan juga bagi yang sedang menanti hadirnya buah hati atau bagi ibu yang sudah ‘mentas’ anak-anaknya dan menjadi nenek.
Alangkah bijaknya jika seorang ibu tidak mengatakan:“ Aku sudah banyak makan asam garamnya dalam mendidik dan mengasuh anak” karena itu berarti ia akan mencukupkan ilmu yang telah dimilikinya. Padahal ilmu  bagi seorang ibu tidak akan pernah cukup setelah anak pertama lahir saja, tetapi  ia akan juga akan menjadi ibu baru untuk anak kedua, akan menjadi ibu baru sebagai seorang mertua, nenek dan lain sebagainya yang akan berganti-ganti sepanjang usianya.
Maka benar sekali sabda Nabi SAW yang mengatakan “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.” Karena untuk menjadi seorang ibu saja, kita dituntut mempunyai banyak ilmu. Kita pun diharapkan menjadi: seorang dokter sekaligus apoteker ketika anak mendadak sakit, menjadi psikolog ketika menghadapi sikap dan perilaku anak sehari-hari, menjadi ahli gizi untuk bisa memberikan anak kita asupan gizi yang cukup dan menyehatkan, dan yang tidak kalah penting adalah menjadi guru karena kita harus mengajarkan banyak ilmu dan keteladan untuk anak-anak kita.
Sesuatu yang  baru identik dengan hal yang masih bagus dan menyenangkan, sehingga ketika diberikan pada siapapun tentu akan senang menerimanya. Begitu pula seorang ibu, ketika kita bisa memberikan hal-hal baru dalam mendidik dan mengasuh anak-anak, tentu mereka akan menyambut hangat dan selalu merindukan kehadiran kita.
So...To Be The New Mother sudah seharusnya menjadi label dalam diri kita agar kita bisa selalu memperbaiki diri dengan memperbanyak bekal ilmu sebagai ibu dari anak-anak yang menjadi amanah kita sehingga anak juga akan senang dengan hal-hal baru yang kita berikan. Dan semoga dengan upaya  itu doa-doa akan senantiasa mengalir dari mulut mereka setelah kita tiada nanti.

Roisah Hasti Nawangsih R, S.Pd.I
(Guru KBTKIT Mutiara Hati Klaten)
This entry was posted in