Sabtu, 05 September 2015

Hasil Karya Kreativitas Mewarnai Siswa Siswi SDIT Al Ihsan


By: Adelia Cantika Ramadhan


By: Anisa Sanastasia

By: Anisa Wahyuningtyas

By: Azizah Chandra

By: Berliana Putri Azzahra

By: Dimas Surya Permana

By: Firasya Syakira Arsantha


By: Hafitzah Azzahra

By: Mahreni Dilla Imma

By: Munirotus Syarifah

By: Nabila Khoirunnisa Siswoyo

By: Sabrina Azizah Triyatno

By: Syalwa Quratuaini Dalimunthe

Senin, 13 Juli 2015

Fajar hafal 30 juz Al Quran di Usia 4.5 Tahun!! Amazing!!



Tadi sblm sahur,saya melihat acaranya ust. Yusuf Mansur di televisi..
Menghadirkan seorg anak laki-laki yg sungguh luar biasa..

Namanya Fajar, beliau lahir preterm (prematur), 28 mgg dg BB 1.6 kg. Beliau jg menderita cerebral palsy dan katup jantungnya ada yg bocor..

Fajar baru bisa berbicara di usia 3.5 th. Tahu apa yang pertama kali keluar dari mulutnya? Bukan "ma-ma" atau "pa-pa" seperti anak pd umumnya.. tapi yg pertama kali keluar adalah ayat-ayat Al Quran:"

Bagaimana bisa seperti itu?
Ayahnya, dengan kondisi anak yg dilahirkan seperti itu, ia sangat sabar dan terus membacakan Al Quran 1/2 juz pada pagi hari dan 1/2 juz pada malam hari untuk anaknya tersebut, setiap hari... Ibu dan ayahnya bilang, "kami ingin lingkungan yg terbaik untuk anak kami. Kami putarkan murrottal 24 jam sehari."

Dan maa syaa Allah, sesuatu yg sebetulnya tidak direncanakan, sesuatu yg sepertinya hanya kebetulan, Fajar hafal 30 juz Al Quran di usia 4.5 tahun 😭😭😭😭
Ketika td pagi, secara live, dites oleh ust. YM, Fajar dg lancar melanjutkan ayat demi ayat yg dibacakan oleh ust.. Ust. YM menutup sesi tes tsb dg berkata, "in syaa Allah thn depan Fajar akan saya kirim ke Makkah al mukaramah utk mengikuti musabaqah hifzhil quran internasional.. Krn ia hafal quran di usia 4.5 th, mjd hafizhul quran paling muda sedunia, Al Quran sdh menyatu dg darahnya.."

Ketika ditanya, "apa cita2mu, dik Fajar?" Ia menjawab, "menjadi imam masjidil haram.."
Maa syaa Allah.. kelak jk Allah SWT memperkenankan cita2nya, penerus Imam Sudais adalah Fajar, seorang anak Indonesia :""")

Semoga Allah SWT menjadikan generasi kami dan generasi penerus kami sebagai generasi haamilul quran, generasi pengemban Al Quran, yg hafal dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan..
Semoga Allah SWT menjadikan negeri ini sbg negeri qurani, negeri yg baldatun tayyibatun wa Rabbun ghafuur....

Ustadz Valentino Dinsi

So... ‪#‎WhatIsOurExcuse‬ to stop to always be with Al Quran?
di pagi yang membuat tertunduk malu, 26 Ramadhan 1436 H,
-anonymous

Rabu, 08 Juli 2015

Siswi SDIT Anak Penjual Martabak Lolos 16 Besar AKSI Junior Indosiar


Tidak ada yang mustahil didunia ini, jika Allah berkehendak. Pun begitu adanya, materi bukanlah segalanya untuk meraih cita-cita kita. Kesuksesan dan kesempatan bisa datang pada siapa dan kapan saja, tanpa mengesampingkan latar belakang sosial dan ekonomi seseorang. Begitupun Scarlet Destina Maharani, dengan bantuan banyak pihak alhamdulillah berhasil lolos 16 besar Akademi Syiar Indonesia (AKSI) Junior Indosiar 2015.

Scarlet adalah putri pasangan Bapak Joko Prakoso dan ibu Tri Warsiti. Pak Joko Prakoso merantau ke Jakarta menjadi staff administrasi proyek dan Ibu Tri adalah seorang penjual martabak mini di kawasan Embarkasi Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Sebagai orang tua, keduanya sangat mendukung Scarlet dalam berprestasi, salah satunya dengan mengikuti AKSI JUNIOR Indosiar ini. Harapan dari orang tua "Semoga Scarlet dapat menikmati acara tersebut, mendapat banyak pengalaman, dan bisa memotivasi anak lain untuk bisa berani dan percaya diri".

Anak berusia 7 tahun ini mempunyai hobi bercerita, ketika menyampaikan kisahnya selalu tolalitas dan menggunakan ekspresi yang selalu mendapat komentar positif dari para juri. Hal tersebut yang menjadikan nilai lebih Scarlet dalam menyampaikan tausiyahnya.

Gaya tausiyah scarlet yang natural sesuai dengan anak kecil dan dekat dengan realita, sehingga bisa ditangkap dengan baik oleh pemirsa dan bisa mendalam bagi anak-anak.

Bakat yang dimiliki Scarlet didukung dengan mengikuti Ekstrakurikuler Public Speaking yang ada di SDIT Al-Ihsan Colomadu, Karangnyar. Kepala Sekolah SDIT Al-Ihsan, Ustadzah Nashrotun Nisa mengharapkan semoga ananda Scarlet dalam menyampaikan tausiahnya dapat diterima baik oleh pendengar, terlebih lagi dengan menggunakan kisah atau cerita, dimana nasihat dengan metode ini akan lebih mengena bagi anak-anak ketimbang model ceramah. Disamping itu dalam tausiyah scarlet juga menampilkan kelebihannya seperti puisi dan menyanyi, sehingga lebih menarik dalam penyampaiannya.

Scarlet Destina Maharani telah berhasil melewati proses audisi yang ketat dari pihak penyelenggara AKSI JUNIOR Indosiar 2015 dan dari 42 peserta Scarlet berhasil masuk ke 16 besar. (aas)

Selasa, 30 Juni 2015

Liburan Anak-anak , awas Jangan Malah Stress!





Ini celetukan jujur ibu-ibu muda pas terima raport ....

“Weess liburan aku malah stress, lha pie ndak mandeg mandeg lho maunya.Kalao udah pergi ke neneknya lumayan” jiaah. Ada lagi

“Lha pie kalo mereka libur kita ndak libur kerja, trus budget jadi bengkak, yang bikin sebel, kita tambah stress karena gak bisa ajak mereka main juga, antara kasian dan gak berdaya” hiks hiks
Tidak dipungkiri, moment liburan menjadi saat yang kini justru tidak terlalu menyenangkan. Tepatnya mencemaskan bagi orang tua. Banyak kemungkinan sebab. Mungkin, karena saat liburan anak-anak para orangtua tidak libur, terutama yang keduanya bekerja. Padahal, mereka  biasa menitipkan anak-anak disekolah atau tempat penitipan anak seharian.Lha kalu libur? Stress juga kan?Kedua, bagi ibu-ibu yang tidak bekerja seperti saya, jujur lho ya, kadang kita tidak ‘siap’ membersamai anak-anak dirumah lebih lama, biasanya kita bisa sedikit lega saat mereka sekolah meskipun hanya sampai siang.Lha kalu liburan? Bisa-bisa seharian kita teriak-teriak. Masya Allah hehe
Ya, mungkin tulisan ini sekedar  pengingat diri sendiri . Sedikit tips aja, yang ingin saya cobakan untuk liburan beberapa hari lagi. Supaya saya yang sehari-hari memang bekerja dirumah ini juga bisa benar-benar ‘membersamai’ anak-anak tidak sekedar ‘nyambi’ nemeni mereka.
1.Apa yang KITA lakukan, musyawarah yuk!
Mengajak anak-anak merencanakan liburan mereka sendiri akan membantu kita menyiapkan apa yang mereka mau. Toh ini adalah hak mereka untuk menikmati waktu dirumah. Kegiatan apa yang akan kita lakukan bersama, dimana bagaimana, dan berapa anggarannya. Tidak harus  berlibur ketempat-tempat yang mahal dan keluar rumah. Merencanakan liburan dirumah tapi dengan kegiatan yang variatif asyik juga.
Yang harus kita siapkan adalah : enjoy dan menghargai pilihan mereka. Katakan saja jika memang kita hanya memiliki anggaran terbatas. Kalau saya, ingin mengajak anak-anak menata ulang kamar mereka, mengecat kaleng-kaleng bekas jadi aneka wadah pernik dan membuat kue, dan mengunjungi rumah baca di rumah kontrakan lama kami ,insya Allah.
2. Jika memang Anda Tidak LIBUR
Mungkin memang rasanya serba salah, tapi bagaimana lagi. Jika memang anda adalah orangtua bekerja yang tidak libur, mungkin memang harus menyempatkan waktu sedikit lebih banyal Atau, biarkan mereka ke rumah nenek atau paman, atau beri kepercayaan mereka berlibur dengan teman sebaya jika memang sudah bisa dilepas. Jika tempat bekerja kita fleksibel dan anak-anak bisa kita kondisikan untuk ikut ke kantor/tempat kerja bagus juga. Biasanya dengan begitu mereka akan lebih berempati dengan pekerjaan kita. Jika ini yang anda pilih, siap-siaplah untuk mengenalkan anak pada teman-teman anda, atasan, atau bahkan satpam, dan pilihlah di hari-hari yang tidak terlalu sibuk.
Jika pilihan jatuh pada berlibur dirumah nenek atau kerabat, bersiap-siaplah dengan beberapa pola yang mungkin akan melonggar, atau bekerjasamalah dengan pihak-pihak ‘tuan rumah’ untuk menjaga pola dan aturan yang berhubungan dengan waktu makan, sholat, menonton Televisi. Upayakan anak bermain aktif, tidak didepan televisi atau game.Ini berlaku pula jika anak hanya dirumah dengan pengasuh. Oya, bisa juga membuat family gathering dengan anak-anak teman, siapa tau justru menjadi awal yang baik untuk kegiatan positif mereka dihari-hari selanjutnya
3. Hindari terlalu banyak JANGAN, Libatkan saja!
Mungkin yang menjadikan bertambah stress karena kita tidak siap berbagi waktu.Kalau sudah begini, sungguh kita bisa sangat menghargai guru-guru dan pengasuh anak-anak kita di TK, PAUD, sekolah fullday atau tempat penitipan. Disaat liburan, anak-anak cenderung ingin melakukan apa yang kita lakukan, sebenarnya. Sayangnya, kita-orang dewasa- disekitar mereka belum siap. Maka terjadilah teriakan-teriakan larangan “Huuh…jangan begitu, jangan begini. Sudah-sudah tidak usah ikut-ikutan, tuh kaaan apa ibu bilang, pecah kan? Suruh liat tivi aja gak mau sih. Sudah kamu nonto VCD aja ya?Atau sudah kamu ajak adik main ya?ibu mau beberes” Fiiuuuh….jujur, saya pernah begitu
Tapi kemudian, saya tau ini sebenarnya waktu mereka untuk belajar bersama kita. Maka yang kita harus lakukan sebenarnya adalah : mengajak mereka bekerjasama. Hasilnya? Putri tertua saya sudah mulai bisa membantu saya dan mbak pengasuh mencuci piring, sudah mulai ‘peka’ bahwa kamarnya kotor harus ditata ulang, sudah mulai punya usul untuk menyortir mainan. Ya ya, libatkan saja. Banyak melarang bukan hanya menjadikan mereka agresif negative tapi juga melelahkan kita.
4. Jangan Nyambi, mak!
Mak, bund, umi, mama, ibu, mungkin kita-kita yang dirumah ini sering punya waktu banyak tapi hambar dimata anak-anak. Makanya, mungkin kita harus mengusahakan untuk sedikit ‘menjamu’ mereka yang sedang liburan itu. Membersamai mereka bukan sekedar ada. MAtikan computer, FB, minimalkan telpon-telponan, BB an saat sedang bersama anak.
Saya bukan ibu yang sempurna. Saya pernah diprotes anak-anak sampai akhirnya saya putuskan tidak abai terhadap waktu bersama. Ya, memang dengan membersamai mereka, ada nilai-nilai yang bisa kita masukkan lewat cerita, gerak dan lagu, tebak kata, mencipta puisi dan saling bercerita. Semoga.
5.Siapkan anggarannya
Mungkin memang anggaran liburan anak-anak harus kita rencanakan. Bukan hanya untuk belanja, senang-senang, makan-makan diluar. Dirumah pun kita harus punya anggaran. Sederhananya, jika liburan ini saya ingin mengajak anak-anak membuat handycraft, mengecat kaleng, membuat kue, saya pun harus mempersiapkan anggaran. Hehe jer basuki mowo bea, iya kan? Mungkin sekali lagi, tak harus selalu mengakomodir keinginan anak-anak. Oya, jangan banyak menuruti hasrat jajan anak-anak disaat liburan ya .
Oke semoga liburan kali ini bisa menjadi refreshing dan berkesan, mendidik, buat mereka juga buat kita, jangan malah stress. Have a nice holiday!

Kiriman dari Bunda Tinuk
This entry was posted in

Kamis, 04 Juni 2015

Minggu, 19 April 2015

JUARA I PILDACIL PONPES ASSALAM

Alihsannews - Ananda Scarlet Destina Maharani kelas 1 C SDIT Al-Ihsan menjuarai lomba Pildacil. Lomba ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Assalam Surakarta memperebutkan piala Direktur Assalam pada senin (13/4).

Sesi komentar, Scarlet diuji lagi untuk diminta menyanyi. Dia menyanyi dengan 3 bahasa, bahasa Jawa, Indonesia dan Inggris. Para Juri pun memberi standing applouse untuk Scarlet.

"Aku senang sekali ikut Pildacil, walau tadi sempet ngantuk karena lama menunggu giliran, alhamdulillah menang!", celetuk ananda Scarlet.

Menurut Brilianita, Waka Kesiswaan SDIT Al-Ihsan, ananda Scarlet ini sudah banyak menjuarai lomba Pildacil di tingkat Kecamatan sampai dengan kabupaten. "Selain dia berpotensi menjadi Da'i Cilik, dia juga bertekad menjadi seorang penghafal Al-Qur'an", pungkasnya.

JUARA I PILDACIL PONPES ASSALAM

Alihsannews - Ananda Scarlet Destina Maharani kelas 1 C SDIT Al-Ihsan menjuarai lomba Pildacil. Lomba ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Assalam Surakarta memperebutkan piala Direktur Assalam pada senin (13/4).

Sesi komentar, Scarlet diuji lagi untuk diminta menyanyi. Dia menyanyi dengan 3 bahasa, bahasa Jawa, Indonesia dan Inggris. Para Juri pun memberi standing applouse untuk Scarlet.

"Aku senang sekali ikut Pildacil, walau tadi sempet ngantuk karena lama menunggu giliran, alhamdulillah menang!", celetuk ananda Scarlet.

Menurut Brilianita, Waka Kesiswaan SDIT Al-Ihsan, ananda Scarlet ini sudah banyak menjuarai lomba Pildacil di tingkat Kecamatan sampai dengan kabupaten. "Selain dia berpotensi menjadi Da'i Cilik, dia juga bertekad menjadi seorang penghafal Al-Qur'an", pungkasnya.

Kamis, 22 Januari 2015